Sebanyak tujuh pemain Diklat PERSIB sudah mulai masuk jenjang yang lebih tinggi bersama senior-seniornya. Mereka adalah Gian Zola, Febri Hariyadi, Alfat Fathir, Ary Ahmad, Sugianto, Jujun Saepulloh, dan Agung Mulyadi.
Mereka harus mulai adaptasi dengan atmosfer PERSIB. Selain menu latihan dan target yang diberikan, atmosfer suporter dengan fanatisme luar biasa menjadi tantangan bagi Zola dkk. Seperti yang dirasakan Febri. Ia mencoba beradaptasi dengan situasi tersebut.
Febri dan Zola namanya menjadi pusat perhatian saat tampil perdana bersama PERSIB pada turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu. Keduanya langsung menjadi buah bibir pecinta sepakbola, khususnya bobotoh. Kondisi itu membuatnya menjadi idola baru bagi bobotoh.
"Dulu saya juga suka meminta tanda tangan dan berfoto bersama pemain. Jadi saya tidak risih, apalagi ini risiko gabung tim besar (PERSIB)," kata pria yang karib disapa Bow ini, Minggu (31/1/2016).
Alumni SMAN 25 Bandung ini mengaku, meskipun dalam kondisi kelelahan akan berusaha tetap melayani suporternya. Mereka merupakan komponen penting untuk mendukung timnya selalu berprestasi dan motivator terbaik buat semua pemain.
"Meskipun dalam kondisi capek, saya harus tetap melayani permintaan bobotoh. Saya tidak mau dicap pemain yang sombong oleh bobotoh," ucapnya. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar